7 Tren Outfit yang Lagi Viral dan Mulai Jadi Andalan Street Style
Uncategorized

7 Tren Outfit yang Lagi Viral dan Mulai Jadi Andalan Street Style

Pernah nggak sih, lo ngeliat tren fashion di medsos, langsung pengen ikutan, tapi takut hasilnya malah aneh? Atau lo udah punya baju-baju tertentu di lemari, tapi ngerasa ketinggalan zaman? Gue juga.

September 2026 ini, beberapa tren outfit yang tadinya cuma muncul di FYP TikTok atau feed Instagram, ternyata udah mulai masuk ke keseharian banyak orang. Bukan cuma buat konten, tapi beneran dipake jalan-jalan, ke kampus, atau hangout. Ini 7 tren yang layak lo coba—dan gue kasih cara padu padannya biar nggak keliatan “keterusan”.


1. Grannycore: Gaya “Nenek-nenek” yang Jadi Pujian Tertinggi

Dulu bilang “kayak nenek-nenek” itu hinaan. Sekarang? Justru pujian . Gen Z mulai memakai silk scarf diikat di bawah dagu, sandal ortopedi, dan rok midi yang keliatan kayak dari lemari nenek . Kenapa ini terjadi? Setelah bertahun-tahun fashion dikonsumsi secepat scroll TikTok, ada daya tarik dari pakaian yang keliatan kayak udah dimiliki selamanya .

Di balik ini juga ada nilai keberlanjutan dan kenyamanan—anak muda sekarang nyari pakaian yang nyaman, bermakna, dan nggak bikin mereka merasa “terpaksa” tampil beda .

Cara memakainya:

  • Bandana atau silk scarf: ikat di rambut, padukan dengan wool coat atau oversized leather jacket .
  • Sandal ortopedi: padukan dengan slip dress atau rok midi—kontras yang justru menarik .
  • Perhiasan “art-teacher”: satu piece sculptural yang besar, bukan tumpukan rantai kecil .

2. Denim-On-Denim (Double Denim): Dari Fashion Risk Jadi Wardrobe Staple

Dulu, denim-on-denim dianggap “fashion mistake.” Sekarang? Justru jadi tren yang stylish dan intentional . Versi modernnya nggak lagi soal matching shades yang sempurna—justru tentang kontras dan keseimbangan. Light-wash jeans dengan dark-wash jaket, oversized shirt dengan straight-fit jeans, atau cropped denim top dengan celana baggy .

Ini didorong oleh influencer dan Gen Z yang nyari kenyamanan, dan siluet relaxed menggantikan setelan kaku dari masa lalu .

Cara memakainya:

  • Pilih kontras warna (light + dark), jangan sama persis .
  • Tambahkan sneakers atau boots chunky buat grounding outfit .
  • Bisa dipake dari siang sampai malam—versatil banget .

3. Baggy Jeans & Barrel Pants: Nyaman dan Tetap Stylish

Celana longgar yang terinspirasi dari skena budaya hip hop ini lagi digandrungi Gen Z—dinilai selaras sama keseharian anak muda yang pengen bergaya tapi tetap nyaman . Bedanya, baggy jeans punya siluet longgar laid-back, sementara barrel pants lebih sculptural—melebar di paha lalu menyempit di kaki .

Di 2026, tren denim secara umum ngajak kita “take up space” dengan siluet longgar dan playful proportions . Ini bukan cuma soal fashion—ini soal kenyamanan dan kebebasan bergerak.

Cara memakainya:

  • Seimbangkan dengan atasan yang lebih fitted kayak tank top atau ribbed knit, biar tubuh nggak “tenggelam” .
  • Kalo mau tampilan santai, padukan dengan oversized shirt atau jaket denim .
  • Sneakers buat kasual, loafers kalo mau lebih rapi .

4. Cobalt Blue: Warna Statement yang Masih Bertahan

Cobalt blue masih jadi warna statement di 2026 . Warna listrik ini muncul di koleksi Chanel, Lanvin, Armani, dan Victoria Beckham . Ini warna yang keliatan mahal tapi nggak norak—cocok buat lo yang pengen statement tapi tetap polished. Setelah musim-musim warna netral, fashion world decided it’s allowed to be loud—dan cobalt blue adalah “the most beautiful shout” .

Kendall Jenner bahkan dipoto pake kemeja cobalt blue sebagai outer layer di atas outfit netral—buktinya ini warna yang gampang diadopsi .

Cara memakainya:

  • Satu piece cobalt (kemeja, jaket, atau sweater) cukup. Biar dia jadi hero outfit .
  • Padukan dengan hitam, putih, atau navy biar warnanya keluar maksimal .
  • Sweater cobalt blue adalah “triple-threat item”—nambah warna, nyaman, dan cocok sama hampir semua isi lemari .

5. Purple & Red: Kombinasi Warna dari 80-an yang Balik

Ini kombinasi warna yang paling mencuri perhatian di 2026. Ungu dan merah—satu warna hangat, satu dingin—menciptakan kontras yang powerful . Celine, Prada, sampe Valentino semua pake kombinasi ini di runway . Dua Lipa udah keliatan pake lila dress with red accessories; Zoey Deutch pake violet cardigan + red pants di NYC .

Cara memakainya:

  • Mulai dari aksesoris: tas merah dengan outfit ungu, atau sebaliknya .
  • Kalo berani, sweater merah + celana ungu atau jaket ungu + rok merah .
  • Ini bukan warna buat pemalu—tapi hasilnya worth it.

6. Texture Mixing: Mainan Bahan, Bukan Cuma Warna

Smooth, flat fabrics mulai ditinggal. Shearling, suede, velvet, leather, chunky knits—bahan-bahan tactile ini ngasih dimensi ke outfit . Dan di 2026, lo justru didorong buat mix-and-match: satin dengan chunky knit, velvet dengan denim .

Ini tren yang muncul dari grannycore dan dorongan buat punya pakaian yang keliatan “bercerita” dan punya tekstur .

Cara memakainya:

  • Padukan bahan yang kontras: leather gloves dengan suede jacket, atau velvet dress dengan denim jacket.
  • Ini cara paling gampang bikin outfit basic jadi keliatan mahal tanpa harus beli barang baru.

7. Siluet Terstruktur: Bahu Besar & Pinggang Terdefinisi Balik

Setelah beberapa tahun didominasi oversized shapeless, 2026 bawa balik siluet yang lebih terdefinisi. Peplum shapes, pinggang yang dibentuk, dan tailoring hourglass-inspired mulai muncul—tapi versi yang lebih soft, nggak kaku kayak power suit 80-an .

Ini juga selaras sama tren SohoChic yang lagi diprediksi TikTok Shop dan WGSN—gaya dengan “高级质感” (kualitas premium), “松弛随性” (relaxed tapi tetap stylish), dan siluet yang terstruktur .

Cara memakainya:

  • Blazer terstruktur di atas dress atau jeans—langsung ngangkat outfit .
  • Statement belt di pinggang bisa langsung kasih definisi ke dress atau coat yang shapeless.

Tabel Ringkas: 7 Tren vs Cara Memadukannya

TrenKunci Styling
GrannycoreSatu piece nostalgia + outfit modern 
Denim-on-DenimKontras warna, bukan matchy-matchy 
Baggy & Barrel JeansAtasan fitted, sneakers/loafers 
Cobalt BlueSatu piece statement, sisanya netral 
Purple & RedMulai dari aksesoris, atau satu piece 
Texture MixingKontras bahan: satin + knit, velvet + denim 
Siluet TerstrukturBlazer di atas dress/jeans, statement belt 

Kesalahan Umum Saat Ikut Tren Street Style

  1. Beli semua tren sekaligus. Hasilnya? Lemari penuh, tapi nggak ada yang cocok. Pilih 2-3 tren yang paling sesuai sama gaya lo.
  2. Langsung full transformation. Tren Grannycore dan Y2K paling gampang bikin lo keliatan kayak kostum kalo kebanyakan .
  3. Lupa sama basic wardrobe. Tren bakal datang dan pergi, tapi jeans, blazer, dan t-shirt putih nggak akan pernah salah.
  4. Cuma fokus ke atas, lupa bawah. Celana baggy butuh atasan yang seimbang—jangan dua-duanya oversized .

Tips Praktis: Gimana Mulai?

  1. Mulai dari aksesoris. Bandana, statement bag, atau sepatu statement adalah cara paling murah dan aman buat nyoba tren .
  2. Pilih satu tren yang paling cocok. Kalo lo suka nyaman, mulai dari baggy jeans. Kalo lo suka eksperimen, coba grannycore atau purple-red.
  3. Padukan dengan wardrobe existing. Jangan beli outfit baru dari nol. Cari piece yang bisa masuk ke lemari lo sekarang .
  4. Jangan takut mix-and-match. Tren 2026 justru tentang mencampur elemen beda—vintage dengan modern, fitted dengan oversized .

Penutup: Tren 2026 Bukan Tentang Ikut-ikutan, Tapi Tentang Memilih

Di 2026, street style bukan lagi tentang jadi “kopi” dari tren yang lagi viral. Ini tentang memilih—mana yang cocok sama gaya hidup lo, mana yang bisa lo padukan sama wardrobe yang udah ada, dan mana yang beneran bikin lo nyaman .

Dari grannycore yang ngajak lo balik ke pakaian vintage dan tekstur, sampe baggy jeans yang ngasih kebebasan bergerak—semua tren ini punya satu kesamaan: mereka ngasih lo ruang buat berekspresi tanpa harus jadi orang lain .

Gue sih mulai dari celana baggy dan bandana dulu. Lo gimana?

Anda mungkin juga suka...